Medan, dahsyatnews.com — PT Bank Sumut sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024 pada Rabu (20/3). Dalam rapat yang dihadiri para pemegang saham, Dewan Komisaris, dan Direksi, perusahaan mengumumkan pencapaian laba bersih sebesar Rp741 miliar, melampaui target Rp704 miliar pada akhir Desember 2024.
RUPS ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, selaku Pemegang Saham Pengendali. Bobby mengapresiasi kinerja positif Bank Sumut dan menekankan pentingnya peningkatan kontribusi perseroan terhadap pembangunan daerah serta transformasi digital.
“Dengan peningkatan yang telah berhasil dicapai, sebagaimana pernyataan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tadi, saya minta agar Bank Sumut dapat lebih meningkatkan kinerjanya. Kami juga berharap Bank Sumut dapat mendukung program-program prioritas Pemerintah Daerah maupun nasional agar bisa terlaksana dengan baik,” ujar Bobby Nasution.
RUPS menghasilkan beberapa keputusan strategis, di antaranya:
✅ Pembagian Dividen 85% – Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 85% dari laba setelah pajak, sedangkan 15% sisanya dialokasikan sebagai cadangan umum.
✅ Alokasi Tantiem – Disetujui tantiem bagi pengurus sebesar 7,50% dari laba bersih Tahun Buku 2024 serta pencadangan biaya tantiem untuk 2025 dengan persentase yang sama.
✅ Anggaran CSR Rp22 Miliar – Bank Sumut mengalokasikan Rp22 miliar untuk program Corporate Social Responsibility (CSR) Tahun Buku 2025. Dari jumlah ini, Rp18 miliar akan disalurkan ke pemerintah daerah, sementara Rp4 miliar dikelola langsung oleh Bank Sumut.
✅ Penerbitan Saham Baru – Dewan Komisaris diberi wewenang untuk menyetujui penerbitan saham yang telah disetor penuh oleh pemegang saham, yang akan dicatat dalam akta notaris dan disampaikan kepada regulator.
✅ Penunjukan Auditor Independen – Dewan Komisaris diberi wewenang untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Bank Sumut Tahun Buku 2025.
Bobby Nasution menilai bahwa RUPS kali ini menjadi momentum strategis bagi sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Sumut, terutama karena banyak kepala daerah baru saja dilantik. “Pemerintah daerah dengan APBD-nya membutuhkan stimulus agar program lima tahun masa jabatan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Dengan pencapaian gemilang dan strategi baru yang disepakati dalam RUPS ini, Bank Sumut semakin mantap melangkah ke depan sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Tidak ada komentar