Politik & Pemerintahan

Genjot Kinerja Aparatur, Camat Medan Helvetia Intens Turun ke Kelurahan Pantau Layanan Warga

4
×

Genjot Kinerja Aparatur, Camat Medan Helvetia Intens Turun ke Kelurahan Pantau Layanan Warga

Sebarkan artikel ini

Gunawan Perangin Angin Fokus Perbaiki Koordinasi, Tangani Sampah Liar dan Tertibkan Bangunan Tanpa Izin

Suasana rapat koordinasi para lurah di Aula Kantor Camat Medan Helvetia, Jalan Beringin X No.2, saat membahas upaya peningkatan kualitas pelayanan masyarakat, Kamis (02/04/2026). (dahsyatnews.com/Foto: Ist)

MEDAN, dahsyatnews.com – Pemerintah Kecamatan Medan Helvetia terus melakukan pembenahan di berbagai sektor pelayanan publik. Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan meningkatkan intensitas kunjungan langsung ke kelurahan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

Camat Medan Helvetia, Gunawan Perangin Angin, S.T., M.M., menyampaikan bahwa pendekatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat respons terhadap berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi bersama para lurah di Kantor Camat Medan Helvetia, Jalan Beringin X No.2, Helvetia, Kamis (02/04/2026) siang.

Dalam kesempatan itu, Gunawan menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

“Kami fokuskan untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada warga.” ujar Gunawan.

Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Medan Helvetia terdiri dari tujuh kelurahan. Dengan kondisi tersebut, diperlukan kerja sama yang solid antar perangkat wilayah agar pelayanan publik dapat berjalan secara efektif dan merata.

Sebagai bagian dari evaluasi internal, Gunawan mengaku rutin melakukan pengecekan langsung ke kantor lurah. Hal yang diperiksa meliputi kelengkapan struktur organisasi, kondisi lingkungan kerja, hingga kedisiplinan aparatur dalam menjalankan tugasnya.

“Setiap saya mengunjungi kantor lurah, saya cek struktur organisasi, kebersihan, dan persoalan lain. Itu bagian dari profesionalisme dalam bekerja,” katanya.

Wilayah Perbatasan Picu Timbunan Sampah

Di samping peningkatan pelayanan, persoalan kebersihan lingkungan masih menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan. Letak wilayah Medan Helvetia yang berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dinilai menjadi salah satu faktor munculnya sampah liar.

Beberapa ruas jalan seperti Jalan Sumarsono dan Jalan Kemiri disebut kerap menjadi lokasi penumpukan sampah yang diduga berasal dari luar wilayah Kota Medan.

“Memang ini jadi PR berat bagi kami. Banyak sampah liar yang masuk dari luar. Kami tidak menuduh, tapi faktanya memang ada,” ungkapnya.

Pemerintah kecamatan, lanjutnya, tetap berupaya melakukan penanganan dengan membersihkan titik-titik rawan secara berkala. Selain itu, langkah inovatif juga dilakukan dengan mengubah lokasi bekas pembuangan sampah menjadi taman lingkungan.

Program tersebut melibatkan masyarakat setempat agar turut menjaga kebersihan dan mencegah munculnya kembali tumpukan sampah di lokasi yang sama.

“Kami jadikan lokasi bekas sampah itu taman, lengkap dengan posko dan spanduk imbauan. Harapannya masyarakat ikut menjaga dan mencegah orang membuang sampah sembarangan,” jelasnya.

Pengawasan PBG Diperketat

Tak hanya itu, pemerintah kecamatan juga meningkatkan pengawasan terhadap bangunan yang belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Langkah ini dilakukan untuk menciptakan ketertiban serta mendukung peningkatan pendapatan daerah.

Gunawan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membedakan perlakuan dalam penegakan aturan. Seluruh kelurahan diminta aktif melakukan pemantauan serta memberikan imbauan kepada masyarakat.

“Jika ditemukan pembangunan yang belum memiliki PBG, kami imbau segera diurus. Ini penting untuk tertib aturan sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan,” tegasnya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemerintah Kecamatan Medan Helvetia berharap tercipta pelayanan publik yang lebih baik, lingkungan yang bersih, serta kepatuhan masyarakat terhadap aturan yang berlaku.