KabarRagam Daerah & Inspirasi Lokal

Karhutla 58,7 Hektare di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan, BPBD Tetap Siaga

1
×

Karhutla 58,7 Hektare di Aceh Barat Berhasil Dipadamkan, BPBD Tetap Siaga

Sebarkan artikel ini

Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat angin kencang dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran, sehingga menyulitkan petugas di lapangan.

BPBD bersama prajurit TNI memadamkan api di kawasan Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat. (dahsyatnews.com/BPBD Aceh Barat)

MEULABOH, dahsyatnews.com/ – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah dengan total luas 58,7 hektare kini telah padam sepenuhnya.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, menyampaikan bahwa seluruh titik kebakaran yang tersebar di tujuh kecamatan telah berhasil dikendalikan hingga kondisi aman.

“Seluruh wilayah terdampak karhutla di Aceh Barat saat ini sudah padam 100 persen,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026) malam.

BPBD merinci, wilayah yang sebelumnya terdampak karhutla meliputi Kecamatan Johan Pahlawan, antara lain Desa Suak Raya seluas 10,5 hektare, Desa Lapang (Ujong Beurasok) 9,5 hektare, serta Desa Suak Nie seluas 10 hektare.

Selain itu, kebakaran juga terjadi di Desa Aron Baroh, Kecamatan Woyla seluas 0,5 hektare. Di Kecamatan Meureubo, titik api tercatat di Desa Alue Peunyareng seluas 1 hektare, Desa Ujong Tanoh Darat I dan II masing-masing 0,5 hektare, serta Desa Ranto Panyang Timur seluas 2 hektare. Seluruhnya kini telah padam.

Pemadaman juga berhasil dilakukan di Desa Peulante, Kecamatan Bubon seluas 6,2 hektare, Desa Blang Luah, Kecamatan Woyla Barat seluas 4 hektare, Desa Meunasah Rambot, Kecamatan Kaway XVI seluas 11,5 hektare, serta Desa Cot Rubek, Kecamatan Woyla Barat dengan total area terbakar 2,5 hektare di dua titik.

“Semua upaya pemadaman di seluruh lokasi telah selesai dilaksanakan,” kata Teuku Ronald.

Meski api telah berhasil dipadamkan, BPBD Aceh Barat menegaskan tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) masih terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.

Menurut BPBD, proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat angin kencang dan keterbatasan sumber air di sekitar lokasi kebakaran, sehingga menyulitkan petugas di lapangan.

Dalam operasi pemadaman tersebut, berbagai unsur dilibatkan, mulai dari personel Damkar BPBD Aceh Barat, damkar kecamatan, Manggala Agni, prajurit TNI, personel Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), DLHK Provinsi Aceh, hingga masyarakat setempat.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca dan angin masih berpotensi memicu kebakaran baru.