MEDAN, dahsyatnews.com/ – Pengiriman barang menggunakan jasa kereta api di Sumatera Utara menunjukkan tren peningkatan pada awal tahun 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat total 58.283 ton barang berhasil didistribusikan sepanjang Januari 2026.
Capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor logistik berbasis transportasi rel, dengan sejumlah komoditas utama masih mendominasi angkutan. Lima jenis barang tercatat paling banyak dikirim, yakni karet (lateks), minyak sawit mentah (CPO), peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), serta paket kiriman ritel.
Pelaksana Tugas Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama mitra usaha karena keunggulannya dari sisi kapasitas, ketepatan waktu, dan keamanan pengiriman.
“Sekali perjalanan, kereta api bisa mengangkut barang dalam jumlah besar dengan jadwal yang pasti. Risiko kerusakan maupun keterlambatan juga lebih minim,” ujarnya di Medan, Kamis.
Salah satu lonjakan signifikan terlihat pada layanan Barang Hantaran Penumpang (BHP) atau paket ritel. Selama Januari 2026, volume pengiriman mencapai 690 ton, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 325 ton.
Peningkatan tersebut dipengaruhi tingginya aktivitas belanja masyarakat menjelang hari besar keagamaan dan libur panjang awal tahun, yang mendorong kebutuhan pengiriman barang antardaerah.
Layanan pengiriman paket ritel ini tersedia di KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantau Prapat dan KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai, termasuk di sejumlah stasiun antara yang dilewati kedua kereta tersebut.
“Layanan ini tidak hanya tersedia di stasiun awal dan akhir, tetapi juga dapat dimanfaatkan di stasiun pemberhentian lainnya,” tambah Anwar.
Melalui layanan BHP, masyarakat dapat mengirim beragam jenis barang, mulai dari dokumen penting, sepeda, sepeda motor, makanan olahan, hingga hewan peliharaan. Kecepatan dan tingkat keamanan pengiriman menjadi faktor utama meningkatnya minat masyarakat, terutama untuk mendistribusikan produk unggulan daerah ke kota lain.
Selain paket ritel, angkutan BBM juga mencatat pertumbuhan signifikan. Sepanjang Januari 2026, KAI Divre I Sumut menyalurkan 31.937 ton BBM, atau meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 26.148 ton.
BBM tersebut dikirim dari Stasiun Labuan menuju wilayah Siantar dan Kisaran guna menjaga ketersediaan Pertalite, Bio Solar, dan Pertamax di SPBU, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi logistik agar roda perekonomian di Sumatera Utara tetap bergerak stabil. Ketepatan waktu pengiriman menjadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tutup Anwar.












