Tulungagung, dahsyatnews.com – Berulangnya kasus keracunan massal yang diduga terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulungagung mendorong Satgas MBG dan Dinas Kesehatan setempat untuk menyiapkan langkah pengawasan lebih intensif.
Sepanjang awal tahun 2026, tercatat sedikitnya tiga peristiwa keracunan massal yang memicu kekhawatiran masyarakat. Kondisi tersebut kemudian menjadi topik utama dalam Talkshow Warung Kopi Plus-Plus (WKPP) yang digelar Radio Perkasa FM di Echoise Cafe, Tulungagung, Senin (26/01/2026).
Ketua Satgas MBG Kabupaten Tulungagung Drs. Johanes Bagus Kuncoro, M.Si menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pelaksanaan MBG sesuai standar. Hal senada disampaikan Kabid Kesmas Dinkes Tulungagung Mamik Hidayah, S.K.M., M.Kes yang menekankan pentingnya pemeriksaan dapur penyedia makanan.
Sementara itu, dari sisi hukum dan kebijakan publik, Nasrullah Ali Munib dan Dr. Yudi Krisno W. mengingatkan perlunya transparansi serta pengawasan berkelanjutan agar program strategis nasional tersebut tetap berjalan aman dan bermanfaat bagi masyarakat.
“BGN telah menutup sementara SPPG yang diduga menjadi penyebab keracunan massal, demi Penyelidikan oleh Dinkes dan INAFIS Polres Tulungagung, SPPG Moyoketen 1,2 dan SPPG Karangrejo masih Berproses di provinsi Jawa Timur terkait SLHS lewat Aplikasi OSS, termasuk PBG (Perijinan Bangunan Gedung), SLF (Sertifikat Laik Fungsi) wajib dipenuhi sesuai KBLI di Aplikasi OSS tersebut, SOP sebagai Juklak dan Juknis terus disempurnakan dan perlu pengawasan Implementasinya di lapangan, dan yang utama Mens rea / niat jahat terjadinya keracunan massal tidak ada, logikanya sebatas kealpaan,” ungkap salah satu narasumber dalam forum tersebut.
Selain aspek perizinan dan standar operasional, diskusi juga menyoroti lemahnya pengawasan implementasi di lapangan. Para narasumber menilai, tanpa pengawasan ketat dan berkala, potensi kejadian serupa akan terus berulang meski regulasi telah tersedia.
Meski demikian, seluruh narasumber sepakat bahwa Program MBG sebagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto harus tetap dijalankan. Evaluasi dan perbaikan dinilai sebagai bagian dari proses agar tujuan program meningkatkan gizi masyarakat tetap tercapai tanpa mengorbankan keselamatan penerima manfaat.
Sebagai tindak lanjut, Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung menyatakan komitmennya untuk melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh ke seluruh SPPG di wilayah Tulungagung. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir risiko keracunan berulang sekaligus memulihkan kepercayaan publik terhadap program MBG ke depan.








