Sumatera Utara

Warga Jermal 7 Resah, Fauzi Desak Polisi Tingkatkan Patroli di Kawasan Permukiman

6
×

Warga Jermal 7 Resah, Fauzi Desak Polisi Tingkatkan Patroli di Kawasan Permukiman

Sebarkan artikel ini

Sejumlah kejadian kehilangan dan temuan tabung LPG 3 kilogram memicu kekhawatiran warga Gang Murni 5. DPRD Medan meminta pengamanan diperkuat, sementara warga diingatkan tidak bertindak sendiri terhadap orang yang dicurigai.

Kolase foto Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Fauzi dan suasana gang murni V jalan jermal VII (dahsyatnews.com/ist)

MEDAN, dahsyatnews.com – Kekhawatiran mengenai keamanan lingkungan kembali dirasakan warga Gang Murni 5, Jalan Jermal 7, Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan. Kondisi itu mendapat perhatian Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Fauzi, yang meminta kepolisian memperkuat patroli di kawasan tersebut.

Perhatian tersebut muncul setelah warga menghadapi sejumlah peristiwa yang menimbulkan keresahan, mulai dari laporan dua kedai yang pernah dibobol hingga ditemukannya tabung gas LPG 3 kilogram di area semak-semak belakang cakruk warga.

Fauzi menilai laporan dan kekhawatiran masyarakat tidak semestinya dibiarkan berkembang tanpa respons. Menurut dia, langkah pencegahan perlu dilakukan sebelum keresahan berubah menjadi persoalan keamanan yang lebih serius.

“Kalau masyarakat sudah mulai merasa tidak aman di lingkungan tempat tinggalnya, ini harus menjadi perhatian. Jangan menunggu sampai terjadi kejadian yang lebih besar baru dilakukan tindakan,” kata Fauzi.

Tabung LPG Ditemukan di Semak-Semak

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian warga terjadi pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, sebuah tabung LPG 3 kilogram ditemukan di semak-semak yang berada di belakang cakruk warga.

Tabung tersebut ditemukan oleh warga yang biasa disapa Mak Ayu ketika sedang mencari daun pisang kering bersama sejumlah perempuan lainnya di sekitar lokasi.

Karena tidak mengetahui siapa pemiliknya, warga kemudian membawa tabung tersebut ke salah satu rumah dan mengamankannya sementara. Warga menunggu kemungkinan pemilik datang untuk mengambil barang tersebut.

Belakangan, diketahui tabung LPG itu merupakan milik seorang penjahit yang menjalankan usaha di sekitar simpang Gang Murni. Pemilik mengaku tabung tersebut hilang ketika dirinya meninggalkan tempat usaha untuk sementara waktu, sedangkan istrinya yang sedang sakit berada di lokasi.

Kejadian itu kemudian menjadi salah satu bahan pembicaraan warga karena sebelumnya lingkungan tersebut juga disebut pernah mengalami kehilangan barang.

Dua Kedai Disebut Pernah Dibobol

Kekhawatiran masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penemuan tabung LPG. Warga juga menyebut adanya dua kedai di sekitar lingkungan yang pernah mengalami pembobolan.

Sejumlah barang dagangan dan beberapa tabung LPG 3 kilogram disebut ikut hilang dalam kejadian tersebut. Informasi itu membuat warga semakin memperhatikan orang-orang yang tidak dikenal dan aktivitas yang berlangsung di sekitar permukiman.

Meski demikian, adanya orang yang dianggap mencurigakan tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai pelaku tindak pidana. Setiap dugaan tetap membutuhkan pemeriksaan dan pembuktian oleh aparat yang berwenang.

Aktivitas Mencurigakan Kembali Dilaporkan

Keresahan warga kembali menjadi perhatian pada Minggu (23/8/2026). Saat sebagian warga Gang Murni 5 pergi berlibur ke kawasan pantai di Kabupaten Serdang Bedagai, muncul informasi mengenai aktivitas seseorang di sekitar bengkel sepeda motor milik Wak Rahmat.

Informasi tersebut diketahui Taufik, salah seorang warga yang tidak ikut dalam rombongan. Warga menyebut terdapat seseorang yang terlihat berada di sekitar bengkel dengan gerak-gerik yang dinilai mencurigakan.

Namun, sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat kepastian bahwa orang tersebut memiliki hubungan dengan tindak pidana tertentu. Karena itu, informasi tersebut masih sebatas laporan atau kekhawatiran warga yang perlu diverifikasi.

Fauzi Ingatkan Warga Tidak Main Hakim Sendiri

Di tengah meningkatnya kewaspadaan masyarakat, Fauzi mengingatkan agar warga tidak mengambil tindakan sendiri terhadap seseorang hanya karena dianggap mencurigakan.

“Kalau ada orang yang mencurigakan, jangan main hakim sendiri. Laporkan kepada aparat. Polisi yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan apakah ada pelanggaran hukum atau tidak,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan aparat secara berkala dapat membantu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan di kawasan permukiman.

Fauzi pun mendorong adanya patroli rutin, terutama pada waktu yang dinilai rawan, serta komunikasi antara kepolisian dengan perangkat lingkungan dan masyarakat setempat.

“Polisi harus hadir memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kalau sudah ada beberapa kejadian kehilangan dan warga mulai resah, saya kira patroli harus ditingkatkan,” tegasnya.

Selain meminta penguatan pengamanan, ia mengimbau warga segera menyampaikan laporan apabila benar-benar mengalami pencurian atau menemukan aktivitas yang patut dicurigai. Menurutnya, laporan masyarakat perlu disampaikan melalui mekanisme hukum agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.

“Yang paling penting jangan sampai masyarakat mengambil tindakan sendiri. Serahkan kepada aparat penegak hukum. Tetapi di sisi lain, laporan masyarakat juga harus ditindaklanjuti secara serius,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai rangkaian kehilangan yang disebut warga maupun informasi terkait dugaan adanya orang yang mengintai bengkel di kawasan tersebut. Dengan demikian, seluruh dugaan mengenai tindak pidana masih menunggu verifikasi dan penanganan dari aparat berwenang.