Selain itu, mereka yang menolak dipaksa menandatangani kertas kosong sebagai syarat pengunduran diri. “Semua ini sudah kami dokumentasikan. Kami punya rekaman wawancara langsung dengan para korban,” tegas Boim, seorang jurnalis yang meliput kasus ini.
Perusahaan Membantah, Jurnalis Tantang Bukti
Pihak perusahaan menyebut berita yang beredar adalah hoaks. Namun, Boim membantah keras. “Saya siap disomasi kalau berita ini tidak benar. Semua bukti dan fakta ada pada kami,” ujarnya dengan tegas.
Menurut Boim, perusahaan telah beberapa kali menolak konfirmasi dan bahkan memblokir nomor WhatsApp jurnalis. “Kami sudah datang ke perusahaan, tetapi selalu ditolak. Mereka benar-benar menghindar.”
Kembali ke Era Penjajahan?
Boim membandingkan kondisi ini dengan era penjajahan Jepang. “Bedanya, sekarang penjajahan dilakukan untuk menghindari kewajiban membayar pesangon besar. Ini tidak manusiawi,” tutupnya.












