MEDAN, dahsyatnews.com – Ketua Advokasi Hukum Pasti (Pendukung Sejati) Bobby Nasution Sumatera Utara, Dr. M. Sa’i Rangkuti, S.H., M.H., menyampaikan duka cita mendalam dan keprihatinan besar atas bencana banjir yang melanda Sumatera Utara dan Aceh. Banjir yang menyebabkan ribuan warga terdampak dan mengalami kerugian ini disebutnya sebagai peristiwa yang harus menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat.
“Saya turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah banjir ini. Hati saya bersama seluruh keluarga yang terdampak. Inilah saatnya kita bersatu membantu sesama, bukan saling menyalahkan,” ujar Dr. Sa’i di Medan, Jumat (28/11/2025).
Banjir Disebut Diduga Dipengaruhi Penebangan Hutan dan Ulah Mafia
Dr. Sa’i menegaskan bahwa banjir besar tersebut tidak sepenuhnya terjadi karena faktor alam. Ia menyatakan bahwa salah satu faktor signifikan yang memperparah banjir adalah diduga penebangan hutan oleh mafia serta aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab.
“Banjir besar ini tidak terjadi begitu saja. Salah satu faktor pengaruhnya adalah penebangan hutan oleh mafia dan oleh tangan-tangan manusia yang kotor,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa tumpukan kayu, bongkahan gelondongan, dan material hutan yang terbawa arus merupakan indikasi nyata adanya praktik pembalakan liar dan aktivitas ilegal lain yang merusak lingkungan.
“Kayu gelondongan itu bukan kebetulan. Itu adalah bukti adanya kerusakan hutan yang dilakukan secara sistematis dan sudah berjalan sejak lama,” katanya.
Minta APH Tindak Tegas Tanpa Pandang Bulu
Sebagai mantan bagian dari Tim Hukum Pemenangan Prabowo–Gibran 2024–2029, Dr. Sa’i meminta aparat penegak hukum segera bertindak tegas.
“APH harus mengusut ini sampai tuntas! Rakyat menunggu tindakan nyata, bukan alasan,” ujarnya.
“Jangan Jadikan Ulah Mafia Sebagai Beban Politik Gubernur Baru”
Dr. Sa’i juga menekankan agar bencana ini tidak dipolitisasi oleh pihak tertentu.
“Saya tegaskan: jangan gara-gara ulah mafia, Gubernur Sumut yang baru ikut disalahkan!” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan terjadi sejak bertahun-tahun dan tidak mungkin diperbaiki dalam waktu singkat.
“Tidak adil jika kesalahan jaringan mafia hutan yang sudah lama dibiarkan justru dibebankan kepada pemimpin baru,” lanjutnya.
Tegaskan Pelaku Harus Diproses Hukum
Putra dari almarhum H.M. Imballo Rangkuti, S.H. dan almarhumah Dra. Nurlina Nasution itu menyerukan agar negara dan aparat hadir secara nyata dalam menindak pelaku perusakan hutan.
“Siapa pun mereka—baik pelaksana di lapangan, bos besar, maupun aktor di belakang layar—semua harus diproses hukum!” tegasnya.
Ia meminta aparat bekerja transparan dan tidak gentar menghadapi tekanan.
“Penegakan hukum tidak boleh tumpul ke atas. Tegakkan keadilan dengan berani!” serunya.
Ajak Masyarakat Peduli dan Bersolidaritas
Di akhir pernyataannya, Dr. Sa’i mengajak masyarakat untuk membantu para korban banjir dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Mari bantu saudara-saudara kita yang terdampak. Mari jaga hutan kita. Jangan wariskan kehancuran kepada anak cucu kita,” tutupnya.













