“Setiap orang punya timbangan tersendiri terhadap langkah pergerakan yang dilakukannya. Ada nilai positif dan negatif yang mungkin muncul dari setiap keputusan. Rekonsiliasi juga bukan sesuatu yang buruk. Bisa jadi itu wujud bahwa seseorang telah berdamai dengan hatinya dan kembali fokus memikirkan masa depan keluarga sebagai pilihan utama hidup setiap orang,” pungkas Edison Tamba.
Langkah rekonsiliasi tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat, sekaligus menjadi contoh bahwa perbedaan dalam demokrasi dapat diselesaikan melalui dialog dan sikap saling menghormati. (ARIS)












