Ia menegaskan bahwa PP bukan hanya organisasi kepemudaan, tetapi juga wadah sosial yang siap bergerak cepat ketika ada warga membutuhkan. “Kami tidak menunggu lama. Begitu mendapat informasi, seluruh jajaran langsung saya instruksikan untuk turun ke lokasi dan melihat kondisi warga secara langsung,” sambungnya.
Menurutnya, bantuan yang diberikan mungkin belum mampu menutupi seluruh kerugian, namun diharapkan dapat meringankan beban awal para korban. “Bantuan 30 goni dan uang penali asih ini adalah bentuk kepedulian kami. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi ketulusan untuk membantu jauh lebih penting,” katanya.
Guntur juga mengapresiasi solidaritas seluruh pengurus dan anggota PP yang bergerak tanpa ragu. “Saya bangga melihat kekompakan dan kecepatan kawan-kawan. Semangat gotong royong seperti ini harus terus kita jaga dan hidupkan,” ungkapnya.
Ia berharap musibah ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran. “Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati, terutama terkait instalasi listrik dan peralatan rumah tangga. Keselamatan adalah prioritas,” tutur Guntur.












