Kecelakaan sekitar pukul 08.00 WIB itu terjadi di Lingkungan Pasiran, Kelurahan Simpang Tiga Pekan. Korban meninggal dunia adalah Nixson Maju P. Sianturi (46), pengemudi angkutan umum KUPM bernomor polisi BK 1152 UE. Ia sempat menjalani perawatan di RS Melati Perbaungan sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Humas Polres Serdang Bedagai, kendaraan lain yang terlibat ialah truk Fuso bernomor polisi B 9987 XQ dan truk Hino Dutro bernomor polisi BK 8004 GB. Total korban dalam peristiwa tersebut mencapai 10 orang, termasuk pengemudi yang meninggal dunia. Kerugian materiil ditaksir sekitar Rp50 juta.
Diduga Terjadi Saat Angkutan Umum Mendahului
Kronologi awal yang diterangkan kepolisian menyebutkan bahwa angkutan umum KUPM melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. Ketika tiba di lokasi kejadian, kendaraan tersebut diduga mencoba mendahului truk tangki di depannya melalui sisi kanan jalan.
Ruang untuk mendahului diduga tidak mencukupi. Pada saat yang sama, truk Fuso datang dari arah berlawanan, yakni dari Medan menuju Tebing Tinggi. Bagian depan kanan angkutan umum kemudian bertabrakan dengan bagian depan kanan truk tersebut.
Tabrakan pertama berlanjut menjadi benturan berikutnya. Truk Hino Dutro yang berada di belakang truk Fuso menabrak bagian belakang kendaraan di depannya sehingga tiga kendaraan terlibat dalam rangkaian kecelakaan.
Benturan menyebabkan kerusakan parah pada bagian depan angkutan umum KUPM. Sejumlah korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kepolisian menyebut dugaan kurang konsentrasi dan kurang berhati-hati saat mendahului sebagai bagian dari kronologi awal. Adapun penyebab kecelakaan perlu merujuk pada hasil pemeriksaan dan penanganan petugas.
Sembilan Orang Luka-Luka
Selain Nixson Maju P. Sianturi yang meninggal dunia, sembilan orang dilaporkan mengalami luka ringan berdasarkan pendataan awal kepolisian.
Dua korban merupakan pengemudi truk, yakni Dedi Fransiska (45), pengemudi truk Fuso, serta Amri Lubis (55), pengemudi truk Hino Dutro.
Sementara itu, tujuh penumpang angkutan umum KUPM yang tercatat mengalami luka-luka adalah M. Alel (47), Muhammad Denis Diandra (19), Chindy Vera Wibowo (32), Tiara Andriani Pasaribu (21), Nabila Peronika (20), Julkarnain (57), dan Azemi Akmal (24).
Seluruh korban luka telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Data tersebut mengacu pada keterangan awal kepolisian mengenai identitas dan kondisi para korban.
Satlantas Polres Sergai Amankan Barang Bukti
Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Gokma W. Silitonga, S.H., M.H., melalui Kasi Humas Polres Sergai, AKP Bringin Jaya, S.H., M.H., membenarkan kejadian tersebut saat memberikan keterangan di Mapolres Sergai, Rabu (14/10/2026).
Menurut keterangan yang disampaikan Kasi Humas, personel Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Sergai telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, dan mendata para korban.
Tiga kendaraan yang terlibat telah diamankan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut. Angkutan umum KUPM mengalami kerusakan parah pada bagian depan, truk Fuso mengalami kerusakan ringan pada bagian depan kanan, sedangkan truk Hino Dutro mengalami kerusakan parah di bagian depan.
Polisi juga mengamankan dokumen kendaraan berupa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang ditemukan di lokasi kejadian.
Seluruh barang bukti tersebut ditempatkan di Pos Lantas Sei Sijenggi, Unit Gakkum Polres Sergai, untuk mendukung proses penanganan perkara.
Cuaca Gerimis Jadi Perhatian Pengendara
Melalui Humas Polres Sergai, kepolisian mengingatkan pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur Medan–Tebing Tinggi, khususnya saat hendak mendahului kendaraan lain.
Cuaca gerimis dan permukaan jalan yang licin turut menjadi kondisi yang perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Pengendara diminta memperhatikan jarak pandang, ruang yang tersedia, serta arus kendaraan dari arah berlawanan sebelum mengambil keputusan untuk mendahului.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan manuver apabila kondisi lalu lintas tidak memungkinkan. Konsentrasi, kehati-hatian, dan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan di jalan raya.
Peristiwa di Perbaungan ini menjadi pengingat bahwa manuver mendahului kendaraan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan situasi lalu lintas. Keselamatan harus diutamakan untuk mengurangi risiko kecelakaan yang dapat mengakibatkan korban jiwa.












