Hukum & Kriminal

Sepekan Berdarah di Belawan: Dua Warga Tewas Tertembak Saat Tawuran

14
×

Sepekan Berdarah di Belawan: Dua Warga Tewas Tertembak Saat Tawuran

Sebarkan artikel ini

Insiden di Bagan Deli dan Kampung Kolam menelan korban sipil; satu pelaku telah diamankan, lainnya masih diburu polisi.

Korban insiden tawuran saat di ruang gawat darurat salah satu rumah sakit di Medan Belawan, Minggu (8/2/2026). (dahsyatnews.com/Foto: is.)

MEDAN, dahsyatnews.com – Rentetan bentrokan antar kelompok pemuda di Kecamatan Medan Belawan kembali menimbulkan korban jiwa. Dalam waktu kurang dari tujuh hari, dua warga yang tidak terlibat langsung dalam konflik dilaporkan meninggal dunia akibat terkena tembakan saat berada di sekitar lokasi tawuran.

Korban pertama, M Dian Iqbal Saragih (33), merupakan warga Kelurahan Bagan Deli. Ia meninggal dunia pada Minggu (8/2/2026) subuh setelah terkena peluru nyasar. Saat itu, korban diketahui hendak berangkat berjualan ikan, aktivitas rutin yang biasa dilakukannya pada pagi hari.

Sementara itu, korban kedua bernama Kiki Ahmad Febri (21), warga Jalan Jaring Udang V Lingkungan 29, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan. Ia tewas akibat tertembak senapan angin ketika melintas di kawasan Kampung Kolam, Kelurahan Belawan Bahagia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, sepeda motor yang dikendarai Kiki kehabisan bahan bakar di sekitar lokasi kejadian. Saat korban mendorong kendaraannya, bentrokan antar kelompok pemuda sedang berlangsung. Dalam situasi tersebut, ia diduga menjadi korban salah sasaran.

Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam dua peristiwa tersebut.

“Dari dua kasus tersebut, pelaku utama tawuran di Bagan Deli telah berhasil ditangkap oleh Polres Pelabuhan Belawan dalam waktu kurang dari 1×24 jam. Sementara pelaku tawuran di kawasan Kampung Kolam masih dalam pengejaran,” ujarnya.

Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila mengetahui potensi terjadinya bentrokan di lingkungan masing-masing. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah jatuhnya korban baru, khususnya warga yang tidak memiliki keterlibatan dalam aksi kekerasan tersebut.

Berulangnya tawuran di kawasan pesisir Belawan menjadi perhatian serius berbagai pihak. Upaya pencegahan dinilai tidak cukup hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, tokoh masyarakat, serta pemerintah daerah dalam membina generasi muda agar konflik serupa tidak terus berulang dan menelan korban jiwa.