“Dulu pahlawan berperang dengan bambu runcing, sekarang kita berjuang melawan korupsi, hoaks, disinformasi, dan kemerosotan etika,” lanjutnya.
Sebagai tokoh hukum yang aktif dalam berbagai advokasi publik, Dr. Sa’i menekankan pentingnya menegakkan supremasi hukum tanpa pandang bulu. Menurutnya, keadilan adalah fondasi utama dari sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat.
“Kalau hukum bisa dibeli, maka kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan menjadi sia-sia. Karena itu, kita wajib menjaga marwah hukum agar tetap menjadi pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan,” tegasnya.
Selain itu, Dr. Sa’i juga mengapresiasi perjuangan para pahlawan lokal dari Sumatera Utara yang telah banyak memberikan kontribusi besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menilai semangat mereka harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Anak muda hari ini harus punya jiwa pahlawan, yakni berani berbuat untuk bangsa, berani berkarya, dan berani membawa perubahan tanpa pamrih,” ucapnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, Dr. Sa’i mengajak seluruh masyarakat, terutama kalangan profesional dan aparatur pemerintahan, untuk menjadikan Hari Pahlawan sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.




