“Semangat kepahlawanan harus hidup dalam setiap kebijakan publik. Setiap keputusan yang diambil pemerintah harus berjiwa pengabdian, bukan kepentingan pribadi atau golongan,” tambahnya.
Sebagai tokoh hukum dan praktisi, Dr. Sa’i juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter dalam menumbuhkan semangat kepahlawanan sejak dini. Ia menilai, membangun bangsa yang kuat dimulai dari membentuk generasi yang berintegritas.
“Sekolah dan kampus harus menjadi ladang menanamkan nilai-nilai kepahlawanan — cinta tanah air, tanggung jawab, dan gotong royong,” katanya.
Menutup pesannya, Dr. Sa’i Rangkuti berharap semangat Hari Pahlawan 2025 menjadi pengingat bahwa perjuangan belum berakhir. Ia menegaskan bahwa setiap warga negara, dalam kapasitas apapun, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keutuhan bangsa dan kedaulatan hukum.
“Pahlawan sejati bukan yang dikenang karena jabatan, tetapi yang dikenang karena pengabdian. Mari kita lanjutkan perjuangan mereka dengan karya nyata,” pungkasnya.




