Dari hasil pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan adanya narkotika maupun indikasi peredaran barang terlarang di dalam lapas. Hal ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang sebelumnya beredar dan belum terbukti kebenarannya.
Sebagai langkah lanjutan, petugas juga melaksanakan tes urine terhadap 500 warga binaan. Hasilnya menunjukkan seluruhnya negatif dari penyalahgunaan narkoba. Pelaksanaan tes ini turut disaksikan oleh pihak terkait untuk memastikan proses berjalan akuntabel.
Fonika Affandi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga integritas dan kebersihan lingkungan pemasyarakatan dari pengaruh narkoba.
“Razia ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen dan respons cepat terhadap informasi yang beredar. Kami pastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, khususnya terkait narkoba,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan pengawasan dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum akan terus ditingkatkan. Langkah tersebut dinilai penting guna menciptakan situasi yang aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan.












