Prof. Marihot menggarisbawahi bahwa dengan konsep ini, Medan bisa menjadi kota yang responsif terhadap tuntutan zaman, sekaligus mempertahankan identitas lokalnya. “Kota Medan perlu membangun bargaining position yang kuat sebagai kota metropolitan yang modern namun tetap mengakar pada nilai-nilai budaya lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Rico Waas juga mengungkapkan visinya yang sejalan dengan Zakiyudin. Ia berkomitmen untuk menciptakan ruang publik yang inklusif dan memperbaiki tata kelola kota agar ramah lingkungan serta bebas banjir. “Teknologi akan menjadi fondasi dalam memajukan Medan, tapi kita juga tidak boleh melupakan transparansi dalam pemerintahan,” tegas Rico.
Prof. Marihot menutup diskusi dengan menegaskan bahwa siapa pun yang terpilih dalam Pilkada Medan harus didukung sepenuhnya. Namun, ia melihat kombinasi Rico Waas dan Zakiyudin Harahap sebagai pasangan ideal untuk membawa Medan menjadi kota yang inklusif, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal.
“Mereka punya potensi besar untuk merealisasikan visi ini, dan saya berharap masyarakat bisa memberikan dukungan penuh,” tuturnya, optimis.












