“Saya melihat beliau berdiri sendirian, dan hati saya langsung teringat ibu saya. Tiba-tiba saya merasa perlu untuk berbagi meski hanya sedikit, dengan harapan bisa meringankan bebannya,” ungkap Dr. Muhammad Sa’i Rangkuti dengan penuh ketulusan.
Nenek Sumarni yang tampak terharu menerima bantuan tersebut, mengucapkan syukur dan terima kasih dengan suara yang terbata-bata. “Terima kasih banyak, nak. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan anak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Aksi spontan ini memperlihatkan sisi kepedulian sosial Dr. Muhammad Sa’i Rangkuti yang melampaui tugas-tugas hukumnya. Sebagai pemimpin Tim Advokasi Hukum Pasti Bobby Sumut, ia tidak hanya memperjuangkan masalah hukum, tetapi juga memperlihatkan empati dan perhatian terhadap mereka yang membutuhkan, baik secara moral maupun materi.
Kisah ini menjadi inspirasi bagi masyarakat luas. Tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus, seperti yang ditunjukkan Dr. Muhammad Sa’i Rangkuti, dapat memberikan dampak besar dalam kehidupan orang lain. Sosok pemimpin yang peduli seperti ini menjadi contoh bahwa kebajikan, sekecil apapun, selalu memiliki makna mendalam bagi orang yang menerimanya.












