“GAMKI bukan sekadar organisasi, tetapi juga wadah bagi pemuda untuk belajar kepemimpinan dan membangun jejaring yang kuat. Saya mengajak seluruh kader GAMKI untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi turun langsung berkontribusi dalam pembangunan kota,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wong menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan organisasi kepemudaan dalam merancang kebijakan yang inklusif dan berpihak kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Medan siap membuka ruang dialog bagi anak-anak muda yang ingin berpartisipasi dalam pengambilan kebijakan.
Ketua DPC GAMKI Medan yang baru dilantik, Boydo HK Panjaitan, merespons ajakan tersebut dengan menegaskan komitmen GAMKI dalam mendukung program pemerintah dan mengawal kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Kami siap bersinergi dan memastikan bahwa suara pemuda Kristen Kota Medan tidak hanya terdengar, tetapi juga diimplementasikan dalam kebijakan yang membawa manfaat nyata,” ujarnya.
Dukungan terhadap GAMKI juga datang dari Wali Kota Medan Rico Waas, yang menegaskan bahwa GAMKI harus menjadi motor penggerak dalam menjaga keberagaman dan membangun kota yang lebih inklusif.












