Berita Utama & Headline

Keluhan Tahanan soal Dugaan Narkoba di Rutan Tanjung Gusta Terungkap, Humas: “Jgn Cuma Omongan Aja”

6
×

Keluhan Tahanan soal Dugaan Narkoba di Rutan Tanjung Gusta Terungkap, Humas: “Jgn Cuma Omongan Aja”

Sebarkan artikel ini

Percakapan Pengunjung Tahanan dengan Wartawan di Rutan Kelas I Medan Berujung Klarifikasi dan Permintaan Bukti dari Pihak Humas

Potret bangunan Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan di kawasan Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. (dahsyatnews.com/Foto: Ist)

DELI SERDANG, dahsyatnews.com – Dugaan adanya peredaran narkoba di lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan atau Rutan Tanjung Gusta mencuat setelah seorang ibu pengunjung tahanan menyampaikan keluhan yang disebut berasal dari anaknya di dalam rumah tahanan.

Peristiwa itu terjadi di kawasan Desa Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (17/5/2026) siang. Saat itu, tim media yang berada di sekitar lokasi melihat seorang ibu berinisial RT tampak menangis usai keluar dari area kunjungan tahanan.

Wartawan kemudian menghampiri perempuan tersebut untuk menanyakan kondisi yang dialaminya.

“Selamat siang ibu, kenapa ibu menangis? Ibu dari mana?” tanya tim media kepada RT.

RT lalu mengaku baru selesai bertemu anaknya yang sedang menjalani masa tahanan di dalam Rutan Tanjung Gusta.

“Saya baru menjenguk anak saya di dalam,” ujar RT.

Dalam percakapan itu, RT mengaku sedih setelah mendengar cerita anaknya terkait dugaan adanya narkoba di lingkungan rumah tahanan. Menurut pengakuannya, anaknya khawatir terkena dampak saat razia berlangsung.

“Anak saya mengeluh karena ada narkoba di dalam. Karena sering razia dia takut kena imbasnya. Anak saya rajin salat di dalam karena dia mau bebas,” katanya.

RT juga menyebut beberapa nama yang menurut pengakuannya berkaitan dengan informasi tersebut. Namun hingga kini, informasi itu masih bersifat sepihak dan belum terverifikasi.

“Katanya dari kamtib keamanan. Nama kamtib-nya Sulaiman dan Gogo, dia kamtib bapak Kadipa Agung,” ucap RT.

Kepada wartawan, RT mengaku dirinya tinggal di kawasan Tembung, Kabupaten Deli Serdang.

Rekaman percakapan antara RT dan tim media kemudian diteruskan ke redaksi untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut serta konfirmasi kepada pihak terkait.

Sebagai bentuk penerapan asas keberimbangan dalam pemberitaan, wartawan kemudian menghubungi humas Rumah Tahanan Negara Kelas I Medan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (20/5/2026).

Saat menerima konfirmasi, pihak humas meminta agar komunikasi dilakukan melalui pesan teks lantaran perangkat yang digunakan tidak dapat memutar audio.

“WA aja pak, ga bisa kirim audio, HP ini ga bisa dibuka suara audio,” tulis humas rutan.

Menindaklanjuti hal tersebut, wartawan mengirimkan transkrip percakapan untuk meminta penjelasan resmi terkait informasi yang berkembang.

Pihak humas lalu mempertanyakan bukti atas dugaan yang disebutkan dalam percakapan tersebut.

“Buktinya ada pak?” tulis humas rutan.

Media kemudian menjelaskan bahwa konfirmasi dilakukan berdasarkan rekaman suara yang dimiliki redaksi guna menjaga keberimbangan informasi sebelum dipublikasikan.

“Rekaman suara itu pak. Makanya kami konfirmasi ke orang bapak agar berimbang pak,” jawab wartawan.

Dalam tanggapan berikutnya, humas rutan membantah nama yang disebut dalam percakapan tersebut dikenal di lingkungan rumah tahanan.

“Bukti yg dia blg lho pak, jgn cuma omongan aja. Semua bisa berbahasa bgini, tp bukti tidak ada. Nama Sulaiman dan Gogo tdk ada. Terimakasih infonya ya pak, semoga kta bisa berkawan,” tulis humas rutan.

Menanggapi balasan itu, wartawan menekankan pentingnya akses komunikasi yang terbuka antara media dan pihak lembaga pemasyarakatan agar informasi yang berkembang dapat diklarifikasi secara transparan kepada publik.

“Kalau berkawan ya semuanya kita kawani pak. Bukalah pintu akses komunikasi yang baik dan seluas-luasnya pak,” balas wartawan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat bukti resmi ataupun pernyataan aparat penegak hukum yang membenarkan adanya praktik peredaran narkoba di dalam Rutan Tanjung Gusta. Seluruh informasi yang berkembang masih dalam tahap konfirmasi dan penelusuran lebih lanjut.