Pendataan Jadi Persoalan yang Tak Kalah Penting
Selain memperbesar anggaran, Drs. Godfried Effendi Lubis, MM menilai persoalan pendataan tidak dapat dipisahkan dari upaya memperluas penerima bantuan. Menurut dia, sebagian warga masih menghadapi kesulitan ketika harus mengakses layanan atau memperbarui data melalui sistem digital.
Ia mendorong pemerintah di tingkat kelurahan dan lingkungan untuk lebih aktif membantu masyarakat, khususnya warga lansia atau kelompok yang tidak terbiasa menggunakan layanan berbasis digital.
“Karena terjadi di sana jadi apa iri hati ada yang dapat ada yang tidak jadi harapkan ke depan usah lagi banyak syaratnya ketentuan yang penting dia masuk desil 5 ke bawah lansia dikasih aja bantuan itu yang perlu terkait ini kan banyak yang belum paham ni makanya kita pikir begini bisa bisa kan ada IKD kita harapkan ini kan diperpanjang sampai kita harapkan pemerintah melalui kepling dan lurah jemput bola aja dijemput bola aja seluruh masyarakat diparisaskan aja semua berketahuan desil dia langsung terbuka”
Dorongan tersebut muncul setelah warga dalam forum menyampaikan berbagai persoalan terkait bantuan sosial, mulai dari status penerima hingga klasifikasi desil. Sejumlah warga mempertanyakan mengapa kondisi ekonomi yang mereka rasakan tidak selalu sejalan dengan status yang tercatat dalam sistem.
Perwakilan Dinas Sosial Kota Medan menjelaskan, masyarakat yang menilai terdapat ketidaksesuaian data dapat menempuh mekanisme sanggahan. Data yang diajukan selanjutnya tetap harus melalui tahapan verifikasi dan validasi untuk memastikan kondisi penerima sesuai keadaan sebenarnya.
Dalam forum itu juga dijelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi Perlinsos maupun meminta pendampingan di tingkat kelurahan untuk proses pembaruan data dan pengajuan sanggahan.












