Pemrakarsa kegiatan, H. Wagirin Arman, S.Sos, membagikan kisah menyentuh tentang awal mula tradisi ini terbentuk.
“Saya ini kan dulu main di kebon. Dulu kalau malam Idul Fitri dan Idul Adha, selalu ada takbiran keliling bawa obor. Belum ada listrik waktu itu. Setelah saya jadi anggota DPRD Deli Serdang, saya koordinasi dengan kepala desa dan koordinator agama PTP 9, Pak Yakob, lalu saya buat festival ini,” ungkap Wagirin Arman.

Ia menegaskan bahwa motivasi utamanya adalah membuat anak-anak tidak jauh dari ajaran agama, dan sejak awal memang dimaksudkan untuk remaja.
“Pesertanya itu anak-anak dan remaja. Supaya dari muda mereka sudah terkoordinir dan terjaga untuk tetap melakukan kebaikan lewat syiar seperti ini,” jelasnya.












