“Efisiensi anggaran harus tetap memperhatikan kinerja OPD agar pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan banjir, tidak terganggu,” ujar Paul.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Medan, Lailatul Badri, mengungkapkan bahwa kolam retensi Martubung belum berfungsi maksimal. Berdasarkan hasil peninjauan yang dilakukan, sistem drainase di kawasan tersebut belum mendukung kinerja pintu air secara optimal.
“Tanpa normalisasi drainase sejak awal, keberadaan pintu air tidak akan berfungsi maksimal,” kata politisi PKB tersebut.
Ia juga menyoroti kondisi di Kecamatan Medan Deli yang masih dihadapkan pada saluran air sempit dan parit tersumbat. Kondisi ini dinilai memperburuk potensi banjir saat curah hujan meningkat.
Meski imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan terus dilakukan, warga disebut lebih mengharapkan perbaikan infrastruktur drainase sebagai solusi utama.
Anggota Komisi IV lainnya, Antonius Devolusi Tumanggor, dalam kesempatan itu turut meminta agar Dinas SDABMBK segera mengambil langkah konkret dalam menuntaskan persoalan banjir, sekaligus memastikan realisasi pokir DPRD berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.












