Politik

Mahasiswa Demo Dugaan KUR Fiktif Rp17 Miliar di BRI Sumut, Aksi Berujung Kekerasan

×

Mahasiswa Demo Dugaan KUR Fiktif Rp17 Miliar di BRI Sumut, Aksi Berujung Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Unjuk rasa BEM UMN Al-Washliyah di Kantor BRI Wilayah Sumut memanas, mahasiswa mengaku mengalami intimidasi dan pemukulan saat menyuarakan tuntutan transparansi kasus KUR Tanjungbalai

Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor BRI Wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (9/1/2026) berakhir ricuh. Mahasiswa dan petugas keamanan terlibat saling dorong. (Dahsyatnews.com/Aris)

Informasi yang dihimpun menyebutkan adanya dugaan persekongkolan antara Kepala Unit BRI Sei Kepayang berinisial M dengan seorang pengusaha di Kota Tanjungbalai. Skema tersebut diduga telah berlangsung sejak 2023 dan mulai mencuat ke ruang publik pada 2025 setelah muncul laporan internal serta desakan dari berbagai elemen masyarakat.

Seorang sumber internal BRI yang mengetahui proses penyaluran kredit tersebut mengungkapkan bahwa nilai kredit bermasalah mencapai sekitar Rp17 miliar. “Semua kredit itu tidak pernah dinikmati masyarakat. Dana tersebut dipakai oleh pihak tertentu,” ungkap sumber itu.

Upaya konfirmasi kepada manajemen BRI Cabang Tanjungbalai dan Kantor Wilayah BRI Sumatera Utara telah dilakukan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan terbuka terkait dugaan KUR fiktif maupun insiden yang terjadi saat aksi mahasiswa. Kondisi tersebut memperkuat tuntutan publik agar dilakukan audit investigatif secara independen.

Tuntutan Mahasiswa

Dalam aksinya, BEM UMN Al-Washliyah menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain mendesak Kantor Wilayah BRI Sumatera Utara segera mengevaluasi kinerja pimpinan Cabang BRI Tanjungbalai, menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum yang diduga terlibat, serta melakukan audit investigatif independen untuk menelusuri alur pencairan dan penggunaan dana KUR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *