Sorakan dan tepuk tangan penonton tak henti-hentinya terdengar mengiringi langkah anggun para finalis. Lomba ini digelar dalam dua sesi — sesi anak-anak dan remaja — serta dinilai oleh tiga juri profesional di bidangnya.
Memasuki babak final sesi pertama, para peserta tak hanya menunjukkan penampilan visual, tapi juga memperkenalkan diri dan unjuk kebolehan dengan percaya diri.
Di sela-sela acara, Ketua Panitia, Edy, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pemanasan menuju puncak acara budaya terbesar tahun ini.
“Tentu, kegiatan ini kami gelar untuk menyemarakkan suasana menjelang pembukaan Gebyar Pekan Budaya Nusantara II Tahun 2025. Lomba ini mewakili keberagaman, semangat, dan kreativitas generasi muda, di mana nilai budaya tetap hidup dalam bentuk ekspresi diri, keberanian tampil, dan rasa percaya diri mereka,” ujar Edy.
Lebih lanjut, Edy juga menambahkan bahwa ajang ini merupakan bentuk dukungan terhadap misi nasional dalam pelestarian budaya.
“Ini juga bagian dari dukungan kami terhadap misi besar Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo-Gibran, yang salah satunya adalah melestarikan budaya Indonesia dari berbagai daerah,” ucapnya.












