Medan, dahsyatnews.com — Keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Cabang Lapas Kelas I Medan yang berlangsung pada Jumat (27/3/2026). Agenda yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus periode 2026–2030 serta halal bihalal ini menunjukkan upaya memperkuat hubungan antara institusi dan masyarakat sekitar.
Sejak awal kegiatan, area lapas tampak ramai oleh kehadiran pedagang lokal yang menyediakan berbagai jenis kuliner. Mulai dari sate, martabak, pecel lele hingga es buah, seluruhnya disiapkan oleh UMKM yang dilibatkan untuk mendukung jalannya acara.
Kondisi tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang cukup signifikan. Para pelaku usaha mendapatkan kesempatan menjangkau konsumen secara langsung tanpa harus berpindah tempat, sehingga aktivitas penjualan berlangsung lebih efektif.
Salah satu pelaku usaha dari Lotus Martabak mengungkapkan pengalamannya saat mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya tidak perlu berkeliling jauh untuk berjualan. Di sini dagangan kami diborong habis, dan ibu-ibu yang datang sangat ramah,” ujarnya.
Partisipasi UMKM dalam kegiatan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam membuka akses pasar baru, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi skala kecil. Selain itu, interaksi yang terjadi juga mempererat hubungan sosial antara masyarakat dengan lingkungan lapas.
Ketua PIPAS Cabang Lapas Kelas I Medan, Ny. Widya Fonika, dalam keterangannya menekankan pentingnya menghadirkan manfaat langsung melalui setiap kegiatan yang dilaksanakan.
“Kami ingin kegiatan PIPAS memberi manfaat nyata, termasuk membantu meningkatkan ekonomi pelaku usaha kecil,” katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, bersama jajaran pejabat struktural yang mendampingi jalannya prosesi pengukuhan pengurus. Kehadiran tersebut mencerminkan dukungan terhadap peran PIPAS dalam memperkuat fungsi sosial di lingkungan pemasyarakatan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai forum internal organisasi, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan serta memperkuat fondasi sosial dan ekonomi masyarakat sekitar secara berkelanjutan.












