Medan, dahsyatnews.com – Ketidakhadiran Manager Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Kampus (K3) Universitas Sumatera Utara dalam aksi Aliansi Mahasiswa USU Bersatu di depan Biro Rektor USU menjadi perhatian publik kampus, di tengah meningkatnya tensi protes terkait dugaan ketidakteraturan dalam pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) pada Rabu sore (22/04/2026).
Di tengah berlangsungnya aksi dengan jumlah massa yang signifikan dan tensi politik kampus yang meningkat, Manager Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan Kampus USU, Widi Wijayanto, SE, tidak terlihat hadir di lokasi aksi. Ketidakhadiran ini menjadi perhatian massa aksi yang menilai bahwa pengawalan dari pihak K3 kampus seharusnya menjadi bagian penting dalam menjamin keamanan seluruh rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa.
Aliansi Mahasiswa USU Bersatu mempertanyakan absennya pihak yang secara struktural bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan di lingkungan kampus tersebut. Menurut mereka, dalam situasi yang berpotensi menimbulkan eskalasi, kehadiran otoritas keamanan kampus bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab institusional.












