Supariani melanjutkan, anaknya sempat bertanya alasan penangkapan itu. Salah seorang dari kelompok tersebut mengaku sebagai polisi. Namun, ketika diminta bukti identitas dan surat penangkapan, mereka hanya diam.
“Anak saya bertanya, saya pun bertanya, ‘Apa ini? Kenapa anak saya ditangkap?’ Datang dia bilang ‘Saya polisi.’ Kalau polisi, mana buktinya? Anak saya enggak bawa apa-apa, enggak ada barang bukti. Mana surat penangkapan? Mereka diam saja. Saya minta panggil kepala lingkungan (kepling), tapi mereka tetap menangkap anak saya,” jelasnya.
Anaknya Dikejar dan Ditembak dengan Tembakan Peringatan
Merasa tidak bersalah, anak laki-laki Supariani mencoba melarikan diri. Namun, polisi mengejarnya dan memberikan tembakan peringatan ke udara.

“Anak saya enggak bawa apa-apa, tapi tetap dikejar. Polisi menembakkan peringatan ke udara. Saya enggak ikut mengejar, tapi anak perempuan saya berusaha membantu abangnya. Abangnya jatuh tersungkur, langsung ditangkap. Anak perempuan saya mencoba menolong, tapi tetap saja polisi menahan mereka tanpa ada barang bukti,” bebernya.












