“Restoratif Justice sangat relevan dengan dunia pendidikan. Guru mengajarkan dialog, kedamaian, dan penyelesaian masalah secara beradab. Pendekatan ini harus menjadi budaya dalam setiap persoalan yang melibatkan siswa, sekolah, dan masyarakat,” jelasnya.
Dr. Sa’i berharap para guru di seluruh Indonesia terus menjaga integritas, idealisme, dan semangat pengabdian meski menghadapi berbagai tekanan. Ia menilai guru sebagai pilar pembentuk Sumber Daya Manusia Sumatera Utara dan nasional yang bermartabat serta berdaya saing global.
Menutup pernyataannya, Dr. Sa’i menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia. “Selamat Hari Guru Nasional 2025. Terima kasih atas dedikasi tanpa batas, atas cahaya ilmu yang terus menerangi bangsa,” ungkapnya.












