Namun yang lebih mengundang tanya, pada sesi kedua, acara Sosperda justru bergeser menjadi kegiatan santunan dan tali asih bagi anak yatim. Bahkan, fasilitas yang digunakan untuk Sosperda sesi pertama kembali dimanfaatkan dalam acara yang bertajuk “Silaturahmi Ramadhan 1446 H & Buka Puasa Bersama” dengan nama Roma Uli Silalahi serta Ketua Romauli Center, H. Zulkarnain, SE, terpampang di banner acara.
Selain itu, sejumlah warga peserta Sosperda sesi pertama mengaku menerima amplop yang diduga berisi uang usai acara. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan dalam Sosperda.
Aktivis Lippsu: Ada Dugaan Pembegalan Anggaran
Direktur Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumut (LIPPSU), Ari Sinik, menilai ada indikasi kuat manipulasi anggaran dalam acara tersebut.
“Kita menduga ada pembegalan belanja anggaran Sosperda. Karena dalam aturan DPRD, satu Sosperda memiliki anggaran sekitar Rp50 juta per kegiatan yang ditampung dalam APBD Kota Medan 2025. Sementara, kegiatan ini diadakan beberapa kali di lokasi yang sama dan dengan jumlah peserta yang minim,” ujar Ari Sinik, Kamis (3/4/2025).












