“WA aja pak, ga bisa kirim audio, HP ini ga bisa dibuka suara audio,” tulis humas rutan.
Menindaklanjuti hal tersebut, wartawan mengirimkan transkrip percakapan untuk meminta penjelasan resmi terkait informasi yang berkembang.
Pihak humas lalu mempertanyakan bukti atas dugaan yang disebutkan dalam percakapan tersebut.
“Buktinya ada pak?” tulis humas rutan.
Media kemudian menjelaskan bahwa konfirmasi dilakukan berdasarkan rekaman suara yang dimiliki redaksi guna menjaga keberimbangan informasi sebelum dipublikasikan.
“Rekaman suara itu pak. Makanya kami konfirmasi ke orang bapak agar berimbang pak,” jawab wartawan.
Dalam tanggapan berikutnya, humas rutan membantah nama yang disebut dalam percakapan tersebut dikenal di lingkungan rumah tahanan.
“Bukti yg dia blg lho pak, jgn cuma omongan aja. Semua bisa berbahasa bgini, tp bukti tidak ada. Nama Sulaiman dan Gogo tdk ada. Terimakasih infonya ya pak, semoga kta bisa berkawan,” tulis humas rutan.
Menanggapi balasan itu, wartawan menekankan pentingnya akses komunikasi yang terbuka antara media dan pihak lembaga pemasyarakatan agar informasi yang berkembang dapat diklarifikasi secara transparan kepada publik.












