Politik

Ketua Komisi IV DPRD Medan Tindaklanjuti Aduan Warga Jalan Kakap

×

Ketua Komisi IV DPRD Medan Tindaklanjuti Aduan Warga Jalan Kakap

Sebarkan artikel ini

Paul Mei Anton Simanjuntak Turun Langsung ke Lokasi Cari Solusi Persoalan Tembok yang Dikeluhkan Warga

Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak bersama Lurah Pandau Hulu II Metro Hutabarat saat meninjau lokasi pembangunan tembok yang dikeluhkan warga di Jalan Kakap, Medan, Senin (15/09/2025). (dahsyatnews.com/Foto: Istimewa).

Medan, dahsyatnews.com — Berdasarkan laporan berbagai media, Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, turun langsung menindaklanjuti aduan warga terkait pembangunan tembok yang dinilai merugikan di Jalan Kakap, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, pada Senin (15/09/2025).

Sekitar pukul 09.00 WIB, Paul mendatangi lokasi bersama Lurah Pandau Hulu II Metro Hutabarat, perangkat kelurahan, perwakilan pemilik bangunan, serta sejumlah warga yang sebelumnya telah menyampaikan keluhan.

Dalam peninjauannya, politisi dari PDI Perjuangan itu menemukan sejumlah permasalahan di lapangan, seperti tembok yang melebihi ukuran standar, talang air yang diarahkan ke gang hingga memperparah banjir, serta teras bangunan yang mempersempit akses jalan warga.

“Saya lihat banyak kesalahan. Pemilik tanah tidak boleh menang sendiri, harus memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar,” tegas Paul Mei Anton Simanjuntak di lokasi.

Warga Keluhkan Tembok dan Banjir

Salah seorang warga, Mey DY (65), mengaku telah menolak pembangunan tembok tersebut sejak awal karena dianggap merugikan warga sekitar. Ia mengatakan pihaknya bahkan sempat mengirim surat ke kelurahan, namun tidak mendapat tanggapan berarti.

“Dulu kami protes karena rumah memakan jalan, tidak ada roilen, teras seenaknya dibangun. Sekarang ditambah tembok tinggi dan talang air diarahkan ke gang, jelas makin meresahkan,” ujarnya.

Sementara itu, Jong Tjioe Ha, warga lainnya, menilai bahwa pemilik bangunan tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar dan bersikap tertutup. Menurutnya, sikap tersebut menimbulkan ketegangan di lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *