Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan guru PAUD Insani, Umi Maharrani. Dalam pidatonya, ia berharap PAUD Insani selalu menjadi lembaga pendidikan yang dirindukan masyarakat Medan Denai. Ia mengajak para orang tua untuk terus melanjutkan nilai-nilai baik yang telah diajarkan di sekolah.
“Jangan sampai setelah keluar dari PAUD, anak-anak melupakan Al-Qur’an. Harus tetap dibiasakan. Dan sholat, tiang agama, harus dijaga. Tidak hanya anak-anak, tapi juga orang tuanya,” tutur Umi penuh semangat.
Di akhir sambutannya, Umi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh orang tua jika selama proses pendidikan terdapat kata atau tindakan yang kurang berkenan. “Semoga anak-anak tetap semangat belajar dan menjaga ibadah, serta karakter baik yang telah ditanamkan di PAUD Insani,” pungkasnya.
Tak kalah menyentuh, dua anak PAUD tampil membacakan puisi. Salah satu anak mengalami sakit di kaki sehingga pembacaan puisinya dibantu guru. Meski demikian, penampilan mereka tetap berjalan lancar dan mengundang tepuk tangan meriah.












