“Kami tahu, anak-anak kami bukanlah pribadi yang mudah. Tapi dengan penuh cinta dan ketulusan, para guru telah merangkul semuanya tanpa lelah. Terima kasih, Bu Guru… Pak Guru… jasamu sungguh tak tergantikan,” ujar Aris penuh haru.
Perpisahan Bukanlah Akhir
Dalam sambutannya, Aris menegaskan bahwa momen perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru bagi anak-anak. Ia pun membacakan pantun penutup sebagai ungkapan rasa terima kasih dan doa untuk anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat lebih tinggi:
“Bunga mawar harum mewangi, Tumbuh indah di tepi kali.
Terima kasih kami ucapkan setulus hati, Semoga kebaikan Bu Guru dibalas Ilahi.”
“Terbang tinggi burung jalak, Hinggap di ranting sambil bernyanyi.
Selamat jalan anak-anak tercinta, selamat melangkah, Doa kami menyertai setiap mimpi.”
Doa Penutup yang Menyentuh Hati
Setelah menyampaikan sambutan, Aris Harianto juga memimpin doa penutup acara dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Doa yang dilantunkan dalam Bahasa Arab dan terjemahannya itu menjadi penutup yang indah, menyentuh hati para hadirin.












