Godfried menanggapi bahwa wisuda tidak wajib, bahkan dilarang dalam surat edaran wali kota. “SD, SMP tidak perlu wisuda apalagi sampai menyewa hotel,” katanya.
Warga bernama Johanna Gultom juga memohon agar wilayahnya mendapat drainase dan lampu jalan. Ia mengeluhkan banjir dan keamanan yang mengkhawatirkan.
Godfried menanggapi, “Masalah drainase dan lampu akan kita cek langsung ke lapangan. Tim saya akan turun bersama OPD.”
Keluhan lain datang dari warga soal pungli kuburan. Godfried menyebut, “Lahan kuburan gratis sesuai perda, tapi gali-tutup memang ada biaya jasa.” Ia mengecam mafia penyemenan kuburan yang menarik sampai Rp20 juta.
Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa jam layanan puskesmas mulai pukul 08.00 karena sistem BPJS (P-Care) baru aktif saat itu. Layanan IGD tetap buka 24 jam.
Mereka juga menjawab soal obat PRB yang tidak bisa langsung diambil di puskesmas. “Obat itu tersedia di apotek mitra BPJS, seperti Apotek Citra,” jelasnya.
Dinas Pendidikan menanggapi soal buku dan dana BOS. Mereka menyatakan buku dibeli bertahap sesuai aturan juknis dan keterbatasan dana.












