Keluhan lain datang dari seorang warga yang mengaku status suaminya di data BPJS tercatat meninggal dunia padahal masih hidup. Akibatnya, ia kesulitan mengurus berbagai administrasi.
Selain itu, seorang warga bernama Vina juga mengeluhkan pelayanan dokter gigi di puskesmas yang disebut mengarahkan pasien melakukan perawatan di praktik pribadi.
Guru Swasta Keluhkan Honor di Bawah UMR
Sorotan lain dalam kegiatan tersebut datang dari Ketua Persatuan Pengajar Swasta Sumatera Utara Kota Medan, Silitonga SP.
Ia mengungkapkan masih banyak guru swasta di Kota Medan yang menerima honor sekitar Rp600 ribu per bulan meski bekerja setiap hari.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak guru swasta hidup dalam keterbatasan ekonomi.
“Kami hidup-hidup tetapi mati dalam kemiskinan,” kata Silitonga di hadapan peserta sosialisasi.
Menanggapi hal itu, Godfried mengaku prihatin terhadap kondisi guru swasta di Kota Medan. Ia menilai honor guru swasta seharusnya minimal setara dengan UMR Kota Medan.
Ia juga meminta organisasi guru swasta mengajukan rapat dengar pendapat ke DPRD Kota Medan agar persoalan tersebut dapat dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah.












