“Sampai sekarang publik belum tahu perkembangan kasus ini. Apakah dihentikan? Atau masih berjalan? Kami butuh kejelasan, bukan pembiaran,” ujarnya.
Perwakilan Kejatisu, Friska, saat menemui massa aksi mengaku belum mengetahui detail pemanggilan tersebut.
“Kami akan menyampaikan aspirasi ini ke pimpinan. Saya sarankan agar rekan-rekan membuat laporan resmi ke PTSP agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Berikut ini adalah 7 tuntutan utama yang disampaikan KAMMI Medan:
- Mendesak Kejati Sumut, Harli Siregar, melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap proyek revitalisasi Danau Siombak oleh PT Bahana Prima Nusantara.
- Meminta BBWS Sumatera II membuka dokumen perencanaan dan pengawasan proyek secara publik.
- Menuntut transparansi anggaran senilai Rp42,5 miliar dan audit terbuka.
- Menuntut pemeriksaan fisik proyek oleh lembaga independen.
- Mendesak penyelesaian ganti rugi lahan warga terdampak secara adil.
- Menolak penyalahgunaan wewenang, pengabaian K3, dan penggelapan anggaran proyek.
- Memberi batas waktu respon, jika tak ditindaklanjuti, mereka mengancam aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.
Dalam aksi, mahasiswa juga membakar ban, menyanyikan lagu-lagu perjuangan, serta membacakan puisi secara bergantian sebagai simbol perlawanan terhadap dugaan korupsi.












