“Kejadian yang menyayat hati kita, sekelompok generasi muda Kota Sibolga melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap orang yang singgah di rumah Allah. Kejadian ini tidak bisa ditoleransi,” ujar Jamil Zeb Tumori, Sabtu (1/11/2025).
Ia juga mengungkapkan, pada pagi hari setelah peristiwa itu, ia mendapat kabar bahwa korban Arjuna Tamaraya telah meninggal dunia, menyusul kedua orang tuanya yang lebih dahulu berpulang. “Ada apa dengan generasi muda kita? Ini tamparan untuk kita semua,” ujarnya dengan nada prihatin.
Desakan Penegakan Hukum: “Tangkap Pelaku Tanpa Alasan”
Jamil meminta Polri agar segera menangkap seluruh pelaku tanpa pandang bulu. Ia menegaskan bahwa tindakan kriminal tak boleh dibiarkan, terlebih di tempat suci seperti masjid.
“Kepada pihak kepolisian, saya meminta agar segera menangkap para pelaku apa pun alasannya. Rumah Allah adalah tempat paling nyaman bagi umat manusia, bukan tempat untuk melakukan kekerasan,” tegasnya.
Keluarga Korban Minta Kasus Diusut Tuntas
Sementara itu, salah seorang kerabat korban memohon agar kasus pengeroyokan tersebut diusut hingga tuntas. Ia berharap Wakil Ketua DPRD Sibolga dapat membantu mengawal proses hukum agar para pelaku mendapat hukuman setimpal.












