Sosperda DPRD Medan Disesaki Ribuan Warga Binjai, Infrastruktur Jadi Sorotan

Air Bersih, Jalan Rusak, dan Banjir Dikeluhkan

Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PSI, Drs. Godfried Effendi Lubis, M.M., menyampaikan paparan dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Lapangan Jln. Seksama / Jln. M. Nawi Harahap Gg. Ikhlas, Lingkungan-1, Kelurahan Binjai,, Medan Denai, Kota Medan, Sabtu (17/1/2026). (dahsyatnews.com/Foto: Arya).

Medan, dahsyatnews.com – Ribuan warga Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, menghadiri Sosialisasi Perda Nomor 5 tentang Pengentasan Kemiskinan yang digelar DPRD Kota Medan, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Gang Ikhlas tersebut dibuka anggota DPRD Medan, Drs Godfried Effendi Lubis, M.M, dan dihadiri OPD Pemko Medan.

Warga memanfaatkan forum dialog untuk menyampaikan berbagai persoalan, seperti belum meratanya air bersih, kondisi jalan lingkungan yang rusak, kurangnya penerangan jalan, serta banjir yang kerap terjadi.

Sekitar seribuan warga tampak antusias menghadiri Sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan yang digelar anggota DPRD Medan Drs. Godfried Effendi Lubis, M.M di di Lapangan Jln. Seksama / Jln. M. Nawi Harahap Gg. Ikhlas, Lingkungan-1, Kelurahan Binjai,, Medan Denai, Kota Medan, Sabtu (17/1/2026). (dahsyatnews.com/Foto: Arya).

Godfried menyatakan Sosperda menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia menegaskan pemenuhan layanan dasar, termasuk kesehatan melalui program UHC, merupakan komitmen pemerintah daerah.

“Kesehatan itu hak dasar penduduk Kota Medan. Dengan KTP dan KK, warga bisa berobat di rumah sakit yang melayani BPJS tanpa bayar iuran, setara kelas 3,” ujar Godfried dalam pemaparannya.

Selain kesehatan, isu pendidikan juga menjadi sorotan. Dalam forum itu disampaikan rencana pendirian SMP Negeri baru di kawasan Medan Amplas pada tahun ajaran 2026–2027, guna mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah negeri di wilayah tersebut. Rencana penggratisan SPP SMA Negeri di Sumatera Utara juga turut disinggung sebagai bagian dari kebijakan yang sedang berjalan.

Masalah infrastruktur lingkungan menjadi keluhan dominan warga. Suhartini, warga Gang Sukur Harapan Pasti Timur, mengungkapkan bahwa lingkungannya yang terdiri dari 19 rumah belum pernah dialiri air bersih sejak 1990. “Kami sudah berkali-kali mengusulkan, tapi sampai sekarang belum ada air dan lampu jalan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lain yang menyoroti kondisi jalan rusak, parit tersumbat, hingga banjir besar yang terjadi pada November lalu. Manullang, warga Jalan Harapan Pasti Nomor 30, meminta solusi konkret untuk normalisasi sungai dan drainase agar banjir tidak terus berulang. “Kami mohon ada pengorekan sungai atau pembuatan benteng agar warga terhindar dari banjir,” ujarnya.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Godfried menyatakan bahwa Pemko Medan memiliki program pemasangan pipa air bersih gratis dari pipa induk hingga depan rumah warga, dengan syarat jaringan induk PDAM sudah tersedia. Ia juga meminta agar OPD terkait langsung turun ke lapangan usai acara untuk menindaklanjuti aduan warga.

“Nanti setelah acara ini, kepling bersama dinas terkait langsung ke lokasi. Yang dibantu Pemko adalah dari pipa induk sampai depan rumah. Dari meteran ke dalam rumah itu tanggung jawab warga,” jelasnya.

Perwakilan Dinas SDA BMBK Kota Medan yang hadir mencatat sedikitnya empat titik usulan perbaikan jalan dan drainase dari warga. Mereka menyatakan akan melakukan survei lapangan dan mengusulkan penanganan sesuai hasil kajian teknis, termasuk terkait banjir yang disebut dipengaruhi hujan kiriman.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan menegaskan bahwa warga yang belum memiliki BPJS tetap bisa mendapatkan layanan gratis di puskesmas. Untuk kasus rujukan ke rumah sakit, pihak rumah sakit akan membantu proses pendaftaran UHC sesuai prosedur.

Dari sisi administrasi kependudukan, perwakilan Dinas Dukcapil menjelaskan bahwa sentralisasi pencetakan KTP di tiga lokasi dilakukan untuk mempercepat layanan satu hari selesai. Meski demikian, masukan agar layanan kembali didekatkan ke kecamatan dan kelurahan akan disampaikan ke pimpinan sebagai bahan evaluasi.

Usai acara, Godfried Effendi Lubis kembali menekankan pentingnya pemerataan layanan dasar bagi warga. Ia menyebut jumlah penduduk Kota Medan yang hampir mencapai tiga juta jiwa membutuhkan sistem pelayanan yang lebih dekat dan efisien, terutama bagi warga lanjut usia dan berpenghasilan rendah.

Kegiatan Sosperda ini ditutup dengan komitmen tindak lanjut lapangan oleh OPD terkait, termasuk pengecekan lokasi air bersih, lampu jalan, jalan lingkungan, serta normalisasi drainase. Warga berharap dialog terbuka tersebut tidak berhenti pada janji, melainkan diikuti realisasi nyata di lingkungan mereka.

Penulis: ArisEditor: Cut Riri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *