Menurut Erry, tangisan terdakwa dalam sidang mencerminkan isi hatinya yang sesungguhnya. “Kita bisa lihat sendiri bahwa ia sangat menyesal. Ini adalah ungkapan hatinya. Mungkin ia menyadari bahwa perbuatannya salah atau mungkin juga ia tidak menyangka dampaknya akan sebesar ini,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Erry juga menegaskan bahwa pihaknya tetap meminta majelis hakim untuk memberikan putusan yang seadil-adilnya bagi kliennya.
Sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda replik dari Jaksa Penuntut Umum.












