Ia juga menyinggung rekaman video yang ditampilkan di persidangan, yang menurutnya justru memperlihatkan emosi R yang meledak-ledak.
“Di video itu terlihat dia yang sangat emosi. Bahkan majelis hakim sempat bertanya, ‘Itu Anda yang marah-marah?’ Jadi bagaimana mungkin saya yang dimarahi, ditunjuk-tunjuk, bisa menganiaya dia. Itu tidak masuk akal,” tegasnya.
Teriakan Minta Tolong dan Dugaan Rekayasa CCTV
Sherly mengungkapkan, saat kejadian dirinya berada di tangga lantai dua menuju lantai satu sambil menggendong dua anaknya. Ia mengaku sempat berteriak meminta pertolongan sebelum listrik padam.
“Saya teriak, ‘Tolong Ko Erwin, tolong’. Baru setelah itu MCB dimatikan. Harusnya kalau sebelum jam 09.40, semua rekaman CCTV masih ada, baik di lantai satu, lantai dua, maupun garasi,” jelasnya.
Menurutnya, rekaman yang ditampilkan di persidangan tidak utuh dan diduga telah melalui proses seleksi bahkan rekayasa.
“Video yang ditampilkan itu bukan dari CCTV langsung, tapi screenshot dari handphone. Suaranya juga dimatikan. Yang menguntungkan dia ditampilkan, yang merugikan dihilangkan,” katanya.












