“Kemudian, kereta sorongnya nyaris menabrak saya. Alih-alih meminta maaf, dia malah memarahi saya,” lanjut Sutrisno. Ketika ia bertanya, “Kenapa mau menabrak saya, Pak?” DS justru melemparnya dengan batu. “Saya mengelak, tapi dia semakin emosi dan mengatakan, ‘Ku Bacok Kau Nanti,'” kata Sutrisno.
Dengan berani, Sutrisno menjawab, “Ya, Bacoklah!” dan tak disangka, pelaku langsung mengayunkan parang dari kereta sorongnya ke arah kepala Sutrisno, dengan luka parah. “Spontan, kepala saya bercucuran darah,” ujarnya.
Ternyata, DS belum puas. “Mau ku bacok lagi kau,” ancam DS sebelum meninggalkan Sutrisno yang kondisi berdarah-darah di jalan. Beberapa orang, termasuk petugas parkir di MR D.I.Y. bernama Erwin, menghampiri Sutrisno dan menanyakan keadaannya. Sutrisno mengaku, “Kepala saya dibacok oleh terlapor.”
Erwin, saksi kejadian, menegaskan bahwa saat itu ia melihat Sutrisno berlumur darah, berhadapan dengan DS. “DS mengucapkan mau kau ku bacok lagi dengan nada tinggi, dan banyak warga yang menyaksikannya,” terang Erwin.












