Ia mengaku sempat terjadi dorongan di area tangga rumah yang menyebabkan dirinya kehilangan keseimbangan saat menggendong anak.
“Waktu itu saya didorong, saya hampir jatuh. Anak saya juga ikut terdorong,” kata Sherly.
Dalam situasi tersebut, Sherly menyebut dirinya bereaksi secara spontan untuk mempertahankan diri agar tidak terjatuh bersama anaknya.
“Semua sangat cepat, saya hanya refleks supaya anak saya tidak terbentur,” ujarnya.
Klaim refleks hingga insiden kacamata dan cekikan
Sherly juga menjelaskan soal insiden kacamata yang disebut sempat terlepas saat terjadi dorongan di tangga. Ia menegaskan tidak ada niat melukai, melainkan reaksi spontan dalam kondisi berdesakan.
“Saya tidak ada niat melukai, itu refleks saja karena saya hampir jatuh,” katanya.
Ia juga mengaku sempat mengalami cekikan dalam kejadian tersebut, serta menyebut situasi semakin kacau ketika lampu tiba-tiba padam di rumah.
Menurutnya, kondisi gelap membuat situasi semakin tidak terkendali hingga akhirnya ia berusaha menyelamatkan diri bersama anak-anaknya.
Sempat terjadi perdamaian keluarga
Dalam persidangan tersebut, Sherly juga mengungkap bahwa setelah kejadian itu sempat terjadi upaya perdamaian yang difasilitasi keluarga besar, termasuk paman pihak suami yang disebut berperan sebagai penengah dalam konflik keluarga.












