Berita Utama

Miris! 45% Kursi Kosong di Sosperda Roma Uli, Warga Dapat Amplop Uang, Tapi Tak Dijelaskan Cara Dapat Bantuan Perumahan

×

Miris! 45% Kursi Kosong di Sosperda Roma Uli, Warga Dapat Amplop Uang, Tapi Tak Dijelaskan Cara Dapat Bantuan Perumahan

Sebarkan artikel ini
Sulia, warga Marelan, menunjukkan bingkisan dan amplop yang diterimanya usai menghadiri Sosperda Roma Uli Silalahi. Ia mengaku senang mendapatkan informasi seputar perumahan kumuh serta menerima bingkisan berupa botol sirup dan amplop berisi uang, Minggu, 23 Maret 2025, Zeze Futsal, Jalan Marelan Raya, Gang Sepakat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan (Foto: Dok. dahsyatnews.com).
Sulia, warga Marelan, menunjukkan bingkisan dan amplop yang diterimanya usai menghadiri Sosperda Roma Uli Silalahi. Ia mengaku senang mendapatkan informasi seputar perumahan kumuh serta menerima bingkisan berupa botol sirup dan amplop berisi uang, Minggu, 23 Maret 2025, Zeze Futsal, Jalan Marelan Raya, Gang Sepakat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan (Foto: Dok. dahsyatnews.com).
Suasana saat Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKB, Roma Uli Silalahi, menyampaikan materi dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Zeze Futsal, Jalan Marelan Raya, Kota Medan, Minggu (23/03/2025). Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah Kecamatan Medan Marelan serta sekitar 150 warga. (Foto: Dok. dahsyatnews.com).
Suasana saat Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKB, Roma Uli Silalahi, menyampaikan materi dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh di Zeze Futsal, Jalan Marelan Raya, Kota Medan, Minggu (23/03/2025). Acara ini dihadiri oleh perwakilan pemerintah Kecamatan Medan Marelan serta sekitar 150 warga. (Foto: Dok. dahsyatnews.com).

Dalam sosialisasinya, Roma Uli Silalahi memperkenalkan diri sebagai anggota DPRD Kota Medan dari PKB. Ia menekankan pentingnya menjaga budaya Melayu di daerah pemilihannya (Dapil 2) dan membawakan pantun sebagai pembuka acara. “Sebelum kita mulai, seperti biasa ini budaya kita, budaya kebanyakan adalah budaya Melayu. Jadi, setiap kegiatan kita selalu menyelipkan pantun,” ujarnya.

Ia juga meminta panitia dan peserta untuk duduk di tempat masing-masing agar acara berjalan tertib. “Panitia, duduk di kursi masing-masing. Bidan-bidan juga, biar tahu nanti masyarakat mana yang butuh uluran tangan kalian,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *