Menurut Evadison, pembangunan jembatan tersebut merupakan harapan masyarakat yang telah diperjuangkan sejak tahun 1998. Setelah penantian hampir tiga dekade, warga berharap proyek yang akhirnya terealisasi mampu menghadirkan infrastruktur yang benar-benar kokoh dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Saat usulan akhirnya dikabulkan Pemkab Deli Serdang, warga sempat bersyukur. Tapi harapan itu langsung mati saat melihat hasilnya, kerjaan asal-asalan yang akan menimbulkan kekecewaan di belakang hari,” ujar Evadison.
Ia menegaskan bahwa masyarakat sama sekali tidak menolak pembangunan. Yang diharapkan adalah pekerjaan yang berkualitas karena jembatan tersebut menjadi jalur vital bagi aktivitas warga maupun kendaraan pengangkut material.
“Kami minta jembatan yang kokoh, kuat, untuk anak cucu. Bukan jembatan kertas yang 1 tahun langsung hancur. Ini vital bagi kami.”
Sebagai tindak lanjut, masyarakat meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Deli Serdang segera melakukan inspeksi lapangan serta mengevaluasi seluruh aspek teknis agar proyek benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.












