Situasi makin memanas ketika Wakil Bupati Lom Lom Suwondo muncul menemui massa, namun langsung ditolak. “Kami tidak mau Wakil! Kami mau Bupati langsung!” teriak massa kompak. Walau berusaha menenangkan situasi, pernyataan Wakil Bupati justru menyulut emosi.
“Ini adalah Kabupaten Nahdiyin. Kalau saudara-saudara Al Washliyah seperti ini, berarti saudara bukan kader Al Washliyah. Saudara provokasi!” ucapnya lantang di hadapan ribuan pendemo.
Pernyataan tersebut langsung disambut gelombang penolakan. Massa menyebut pernyataan itu provokatif dan menyinggung keberadaan organisasi Al Washliyah.
Ketegangan makin menjadi saat Bupati Asri Luddin Tambunan akhirnya keluar, namun hanya berdiri di lapangan dalam kantor, tidak menemui massa di luar pagar. “Kami tidak mau diwakilkan, temui kami di titik pusat aksi, di luar pagar!” ujar salah seorang perwakilan massa, yang bahkan menjamin keamanan Bupati jika bersedia keluar.
Namun Wakil Bupati kembali menghalangi, mengusulkan agar dialog dilakukan di batas pagar yang roboh. Perdebatan pun terjadi, hingga akhirnya Bupati memilih masuk kembali ke kantor.












