“Jangan nanti pas sakit langsung ke rumah sakit cuma bawa KTP dan KK, itu kan mempersulit administrasi. Sebaiknya daftarkan dulu saat waktu senggang,” ujarnya.
Dalam bidang pendidikan, ia menjelaskan ada tiga program utama: KIP, PIP, dan dana BOS. Untuk jenjang SD, bantuan diberikan melalui KIP. Namun, ketika siswa naik ke SMP, mereka harus terdaftar di Dapodik.
“Ada juga yang bertanya soal Sekolah Rakyat (SR). Ini menarik. Sekolah Rakyat akan dimulai tahun ajaran 2025-2026 di UINSU Sutomo, dan akan disediakan asrama untuk siswa yang benar-benar tidak mampu,” ungkapnya.
Ketika ditanya apakah anak-anak jalanan juga bisa mengakses Sekolah Rakyat tersebut, Drs. Godfried menjawab, “Iya, boleh. Boleh sekali.”
Terkait program bedah rumah, ia menjelaskan bahwa warga bisa mendaftar jika memiliki sertifikat atau SK Camat sebagai bukti kepemilikan tanah.
“Tidak semua biaya ditanggung pemerintah, tapi sekian persen akan dibantu, asalkan status kepemilikannya jelas,” tegasnya.
Dengan adanya berbagai program ini, Drs. Godfried Effendi Lubis berharap masyarakat Medan, khususnya kalangan tidak mampu, dapat lebih proaktif memanfaatkan peluang yang tersedia untuk meningkatkan kualitas hidup.












