“Klien kami hanya ingin mendampingi ayahnya sebagai kepling menertibkan lingkungan. Tapi setelah ditegur dan rekaman dibuat, pelaku tidak terima. Ia mondar-mandir membawa kelewang, lalu mendatangi korban dan menyerangnya,” ungkap Alma A’di saat berada di lokasi bersama polisi, Selasa malam.
Zulfarlan menjelaskan, dirinya dan sang ayah sempat kembali ke rumah usai teguran. Namun tak lama berselang, Jhonson mendatangi warung dekat rumah korban sambil membawa senjata tajam diduga jenis kelewang. Pelaku sempat dua kali melintas dengan sepeda motor sebelum akhirnya berjalan kaki dan menyerang korban secara tiba-tiba.
“Dia datang membabi buta, menyerang saya tanpa bicara. Saya sempat menangkis dan melawan untuk menyelamatkan diri,” ujar Zulfarlan.
Ia menyebut, aksi penyerangan itu terekam kamera CCTV di rumahnya. Usai kejadian, korban didampingi kuasa hukumnya melaporkan insiden ini ke Polrestabes Medan. Korban mengalami trauma, memar pada kepala, tangan, serta pusing berkepanjangan.
Saksi mata di lokasi, Saidi Matondang, menguatkan pernyataan korban. Ia melihat pelaku mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum akhirnya mengejar dan mencoba menendang korban. Namun, menurut Saidi, pelaku justru terjatuh sendiri dan kepalanya membentur batu.












