“Saya lihat dia membawa kelewang cukup panjang. Dia sempat cari-cari orang, lalu pas mau menendang jatuh sendiri, dia seperti dalam kondisi mabuk, saat menyerang dia tanpa kelewang” kata Saidi di lokasi, Jumat malam (25/7/2025).
Selain trauma fisik dan psikis, Zulfarlan juga menyampaikan keresahan warga terhadap keberadaan warung kopi tempat kejadian. Ia menyebut warung tersebut berdiri di jalur hijau dekat sungai dan tidak memiliki izin resmi.
“Saya berharap pemerintah Kota Medan menertibkan bangunan liar seperti ini. Sudah meresahkan, melanggar aturan, dan sekarang memicu kekerasan,” ungkapnya.
Kuasa hukum Alma A’di menduga pelaku memiliki backing dari kelompok tertentu di lingkungan tersebut. Dugaan itu muncul karena keberanian pelaku membawa senjata tajam dan melakukan tindakan intimidatif.
“Kami sudah cek TKP bersama aparat dan akan melengkapi laporan di SPKT. Kami minta pelaku diproses secara hukum agar ada efek jera. Ini bukan sekadar insiden biasa, tapi membahayakan keamanan lingkungan,” tegas Alma.












