Pernikahan kali ini polanya masih sama, datang seminggu sekali dan uang nafkah tak berubah, serta tak mau punya anak.
Karena tertekan, Nita sempat meminum deterjen untuk mengakhiri hidupnya, namun selamat.
Setelah itu barulah Deni mau punya anak dari Nita, dan KB dihentikan.
Korban sempat mengandung tapi keguguran dan terpaksa janinnya diangkat.
Kata Nita, tak lama kemudian ia memergoki Deni berhubungan dengan perempuan lain, yakni orang tua yang anaknya menjadi murid karate Deni. Bahkan keduanya sudah berhubungan layaknya suami istri.
“Dia ngaku hubungan dia sama orang tua murid karate sudah seperti suami istri, sering dibawa ke hotel.”
Lantaran cekcok tak ada habisnya, Deni mengucapkan talak 3 dihadapan orang tua Nita dan adiknya.
Tapi korban diminta mengembalikan rumah dan semua yang diberikan.
“Disitu diucapkan talak 3. Saat yang sama saya disuruh kembalikan rumah, biaya kuliah, laptop.”
Beberapa waktu kemudian, ketika Nita mau mengembalikan uang dan barang-barang yang ditagih Deni supaya bisa lepas darinya, ia menolak.












