“Setelah itu enggak lama Sherly lari saya kejar, saya tarik tasnya. Gak lama dia jerit mati lampu. Benar. Yakin? Enggak ada lagi setelah itu? Tidak ada.”
Berdasarkan keterangan tersebut, Sherly berpendapat terdapat perbedaan antara isi replik dengan apa yang menurutnya disampaikan saksi di hadapan majelis hakim.
“Bahkan dia sendiri lupa ibaratnya apa yang dia tuliskan di situ lupa atau ini cuma semua rekayasa ditulis. Pas ditulis tuh bisa mikir sampai wah betapa gilanya saya, betapa seramnya saya gitu. Dan ketika bersaksinya sama sekali tidak ingat.”
Sherly juga menyampaikan penilaiannya terhadap penyusunan replik yang menurutnya masih mengacu pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
“Saya rasa ini juga semua seperti rekayasa ya. Dan saya pikir juga ee maaf ya untuk Bapak Jaksa. Apakah Bapak tidak mendengar ketika saksi itu bersaksi gitu? Padahal yang ditulis di sini semua diulang kembali yang persis sama dengan BAP.”
Menurut Sherly, contoh-contoh yang disampaikannya kepada awak media baru sebagian kecil dari isi replik yang dipersoalkan.












